Penanganan Gigitan Ular Yang Dapat Mematikan

iPendidikan - Tidak semua ular itu berbisa, tapi karena dalam keadaan meragukan anggaplah semua ular itu berbisa agar ketepatan dalam menentukan diagnosa.

Pada umumnya ular menggit pada saat aktif, jika ia merasa terancam dan terganggu yaitu biasanya pada pagi dan sore hari.

Ciri-ciri ular berbisa :
  • Kepala ular berbentuk segi empat dan panjang. 
  • Memiliki gigi taring yang kecil.
  • Terdapat luka bekas gigitan yang halus dan berbentuk lengkungan. 
Ciri-ciri ular tidak berbisa :
  • Kepala berbentuk segitiga. 
  • Terdapat dua gigi taring yang besar di rahang atas. 
  • Bekas gigitan terdapat dua gigitan utama akibat dari gigi taring. 
Gigitan Ular
Foto: Ilustrasi gigitan ular (BTCLS, 2012).

Gigitan ular berbisa sangat berbahaya bahkan dapat membuat pasien meninggal dunia karena bisa ular yang bersifat :

  • Hematoksik (racun yang beredar melalui darah) seperti ular tanah (ankistrodon rhodostoma), ular hijau (trimeresurus albonalis).
  • Neurotoksik (racun yang menyerang dan menghancurkan saraf) atau histamin seperti ular kobra, ular cendok (naya sputatrix), dan ular laut.


Gejala dan tanda-tandanya tergigit ular yaitu : 

  • Bekas gigitan yaitu dua luka tusuk pada jarak tertentu dan juga dapat disertai luka bekas gigitan gigi bawah yang bawah. 
  • Terdapat bercak perdarahan kecil dikulit atau lendir (Ekimosis). 
  • Meningkatnya volume cairan diluar sel dan diluar pembuluh darah disertai penimbunan di jaringan serosa (Edeme). 
  • Terdapat perdarah lokal. 
  • Nyeri pada bekas gigitan. 
  • Gejala juga dapat berlanjut berupa depresi pada pernafasan dan sirkulasi.
  • Tanda bahwa luka gigitan ular serius jika terdapat demam, mual dan muntal, kelemahan, nadi berdenyut cepat dan kecil, gangguan pernafasan, kejang, dan pingsan. 


Cara penangan gigitan ular :


  1. Selalu ingat 3A, aman diri, aman lingkungan, dan aman pasien. 
  2. Selalu lakukan Airway - Breathing - Circulation (A-B-C) terlebih dahulu. 
  3. Ular penggigit sedapat mungkin di tangkap agar dapat mengetahui apakah ular itu berbisa atau tidak. 
  4. Cegah penyebaran bisa dari daerah gigitan dengan cara mengikat luka gigitan atau bagian yang mengalami pembengkakan agar dapat membendung sebagian aliran vera dan limfe tapi aliran arteri tidak terhalangi. 
  5. Beritahu penderita agar tenang dan beristirahat agar dapat meminimalkan bisa ular menjalar lewat aliran getah bening. 
  6. Pasang bidai mirip pasien patah tulang. 
  7. Pada daerah luka gigitan ular posisikan lebih rendah dari tubuh pasien. 
  8. Bawa pasien ke rumah sakit agar mendapatkan serum anti bisa ular (SABU), antivenin (micrurus fulvius antivenin) / serum kuda yang ditebalkan & perawatan yang optimal. 


Agar tidak tergigit ular hindari berjalan di semak-semak pada waktu malam hari dan jangan sekali-kali membunuh ular kecuali dalam keadaan terpaksa karena banyak pasien yang tergigit karena akibat kejadian semacam itu.


Referensi:

  1. Keracunan. Modul Basic Trauma Cardiac Life Support. AGD Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Jakarta, 2012. p 173.
  2. Penatalaksanaan gigitan ular berbisa. Djoni djunaedi (editor). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jilid I. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta, 2006. p 207 - 44.