Penyakit Jantung Koroner (PJK) - Gejala, Penyebab & Penanganannya

Perbidkes.com - Dear Sejawat ... Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang membantu mempertahankan hidup. Di dalam masyarakat banyak yang belum mengetahui faktor resiko serta gejala penyakit jantung koroner.

Sebagai petugas kesehatan kita harus memberikan pengajaran tentang pentingnya penanganan sejak dini. Penanganan ini dapat disampaikan lewat media massa, sekolah, forum pertemuan masyarakat, penyuluhan di klinik maupun rumah sakit, serta internet. 

Gejala.
Gejala penyakit jantung kororer berdasar keluhan nyeri dada, gambaran elektrokardiogram (EKG), dan perubahan enzim. Diklasifikasikan menjadi 3 yaitu: 

Unstable angina pectoris (UAP). 
  • Keluhan nyeri: Nyeri dada muncul saat beristirahat, lamanya> 20 ', ada peningkatan frekwensi sakit / perburukan serta tidak hilang meskipun sudah beristirahat. 
  • Hasil EKG: Gambaran elektrokardiogram tidak ada perubahan, ST - Depresi, T - Inverted. 
  • Enzim: Tidak ada perubahan (Trop T, 0,03 mg / dl). 

Non - ST elevasi miokard Infark (NSTEMI). 
  • Keluhan nyeri: Nyeri dada ketika istirahat, lamanya> 20 ', ada peningkatan nyeri serta menurunnya toleransi aktifitas. 
  • Hasil EKG: Gambaran elektrokardiogram tidak ada perubahan, ST - Depresi, T - Inverted. 
  • Enzim: Trop T> 0,03 mg / dl, CKMB> 25 mg / dl. 

ST - elevasi miokard infark (STEMA). 
  • Keluhan nyeri: Nyeri dada substernal, lamanya> 30 ', nyeri dada tidak hilang ketika istirahat, Ada penjalaran nyeri. 
  • Hasil EKG: Gambaran elektrokardiogram ST - Elevasi, New LBBB. 
  • Enzim: Trop T> 0,03 mg / dl, CKMB> 25 mg / dl.

Beberapa faktor penyebab risiko penyakit jantung koroner, yaitu: 
  • Mer0kok.
  • Kadar kolesterol LDL yang tinggi. 
  • Kadar kolesterol HDL yang rendah. 
  • Diabetes (kencing manis).
  • Lansia (lanjut usia).
Semakin banyak seseorang memiliki banyak faktor resiko maka akan semakin besar resiko untuk terkena timbunan lemak dalam pembuluh darah akibat mengkonsumsi kolesterol tinggi (Arterosklerosis). 

Selain itu ada beberapa faktor lain yang berhubungan dengan faktor di atas, yaitu: 
  • Kegemukan (obesitas).
  • Obesitas abdominal (lingkar pinggang pria> 94 cm, sedangkan wanita> 80 cm.
  • Aktifitas fisik kurang.
  • Riwayat keluarga menderita penyakit jantung koroner pada usia muda (pria <55 tahun & wanita <60 tahun).
Jika pasien sudah di ketahui menderita penyakit jantung koroner maka peningkatan kualitas nyeri dada merupakan indikasi adanya plak ateroma yang tak stabil, yang bisa memburuk menjadi infark miokard akut (IMA).

Maka dari itu pada masyarakat terutama keluarga penderita penyakit jantung koroner harus di ajarkan cara penanggulangan rasa nyeri harus di lakukan sedini mungkin agar bisa meningkatkan harapan hidup pasien. Dengan cara melatih untuk melakukan resusitasi jantung paru (RJP) serta bantuan hidup dasar.
Artikel terkait:  Cara melakukan RJP. 

Cara penanganannya: 
  1. Segera minta pertolongan medis ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan pengobatan yang tepat & sakit tidak berlanjut.
  2. Telpon ambulan / minta tolong kepada orang lain untuk mengantar pasien ke rumah sakit terdekat.
  3. Jangan mengendarai sendiri (harus ada yang mendampingi).
  4. Segera kunyah & telan aspirin 300 mg (jika tidak memiliki alergi).

Dengan begini Anda dapat akan mengurangi luasnya infark serta dapat meningkatkan angka kualitas & harapan hidup pasien.
Baca juga:  Pertolongan pertama pada pasien keracunan.

REF:
1. Sindroma koroner akut. MBTCLS. Edisi Revisi. AGD DinKes Provinsi DKI Jakarta. Jakarta, 2012. p 146. 

* Jika bermanfaat di share ya ... :)