Pertolongan Pertama Pada Pasien Terkena Arus Listrik


penyebab sengatan listrik
Foto; salah satu penyebab sengatan listrik.
PERBIDKES.com - Terkena arus listrik biasanya disebabkan karena menyentuh kabel yang beraliran listrik. Arus listrik bolak balik lebih berbahaya dari pada arus listrik yang searah. 
Jika arus listrik itu melewati kepala pasien bisa menyebabkan diantaranya : kejang, perdarahan pada otak, gangguan ingatan, irama jantung menjadi tidak teratur dan juga bisa menyebabkan kerusakan mata seperti katarak. 


Tanda & Gejala.

Tanda dan gejala yang biasanya muncul pada pasien terkena arus listrik yaitu : 
  1. Kaget dan terjatuh.
  2. Kejang sampai mengalami penurunan kesadaran. 
  3. Henti nafas. 
  4. Terdapat luka bakar pada kulit tempat kontak arus listrik.

Apabila anda menemui tanda dan gejala pada pasien yang masih terkena arus listrik maka anda harus menolongnya dengan cara yang benar.
  • Matikan listrik dan sumbernya. 
  • Tapi jika keadaan tidak memungkinkan maka gunakanlah kayu kering untuk membantu melepaskan pasien dari arus listrik. 
  • Jika listrik sudah mati, kita harus yakinkan dulu dengan cara selalu meraba dengan punggung tangan , jangan menggunakan telapak tangan karena jika masih terdapat arus listrik maka tangan akan selalu membengkokkan. 

Komplikasi.

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat terkena arus listrik antara lain :
  • Dislokasi.
  • Patah tulang. 
  • Syok. 
  • Asidosis. 
  • Perdarahan. 
  • Luka akibat dari sengatan listrik.
  • Kematian mendadak. 
  • Kematian janin. 
  • Keguguran secara spontan. 
  • Hilang atau berkurangnya pendengaran. 

Luka karena terkena arus listrik merupakan luka bakar. 


Catatan : 
  • Berapapun besar kecilnya arus listrik bahaya gangguan irama jantung pasti ada, maka selalu pasang elektrokardiogram (EKG). Jika terdapat kelainan maka berikan terapi dengan berkolaborasi sama dokter. 
  • Jika pasien henti jantung, maka selalu lakukan resusitasi jantung paru (RJP). 
  • Pemeriksaan radiologis juga bisa dilakukan pada sisi sengatan arus listrik. 
  • Jika terdapat luka yang berat pada kepala atau pasien mengalami koma maka bisa di lakukan pemeriksaan CT scan. 
Artikel terkait : Cara melakukan RJP. 
Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam menggunakan listrik.
Matikan listrik bila tidak digunakan.
Baca juga : Penyakit jantung koroner - Gejala dan penanganannya. 

 

Referensi :
  1. Trauma termal. Modul Basic Trauma Cardiac Life Support. Edisi Revisi. AGD Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Jakarta, 2012. p 102. 
  2. Kegawatdaruratan medik di bidang ilmu penyakit dalam. Dalam : Sindrom termal dan sengatan listrik. Budiman (editor). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jilid I. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta, 2006.